Membaca Secara Kritis dan Reflektif

Sebelum pandemi datang, Bookish Indonesia rutin mengadakan diskusi buku. Pada tulisan kali ini, kita mau kilas balik diskusi kita pada tanggal 26 Januari 2019 bertema membaca non-fiksi. Berlokasi di sebuah kafe di Jakarta yang sayangnya sekarang sudah tutup, hari itu kita semua keasikan ngobrol sampai malam, padahal acara selesai pada pukul 4 sore.

Diskusi dipimpin oleh Aulia Ardista, penikmat buku non-fiksi yang aktif membuat ulasan di akun instagram @qualiaetlogica , Aulia berbagi cara memetakan poin-poin yang kita serap dari buku secara kritis dan reflektif. Lengkapnya bisa dilihat di unggahan Instagram Bookish Indonesia di bawah ini.

Hari itu, Aulia memulai diskusi dengan pertanyaan? Buku apa yang ketika kamu baca, kamu merasa buku itu beresonansi dengan dirimu? dan kitapun mulai mengeksplorasi diri kita melalui bacacan-bacaan yang menemani kita bertumbuh.

Gilang berbagi tentang The Alchemist karya Paulo Coelho, Nadia berbagi tentang buku The Fangirl Life tulisan Kathleen Smith dan masih banyak lagi. Karena tidak ada batasan genre selama itu masih non-fiksi, pembahasan pun meluas ke filsafat, pengembangan diri, spiritual dan biografi.

Acara ditutup dengan mengumpulkan donasi buku yang kita salurkan ke Kompostifa, sebuah komunitas di Fakfak. Kita juga pulang membawa paket buku pilihan dari Periplus yang hari itu mensponsori acara kita. Terima kasih ya Periplus sudah mendukung acara kita. Semoga pandemi lekas lewat agar kita bisa menyelenggarakan diskusi yang lebih bermakna.

Salam Literasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s