Bookish Indonesia
Media Literatur & Perbukuan

Alasan Buku Menguning dan Cara Memperlambat Prosesnya

Ada keresahan umum di kalangan pembaca buku, yaitu munculnya bercak kuning secara perlahan pada buku fisik yang kita koleksi. Sebagian orang menganggap hal itu biasa saja, sebagian lainnya terganggu dengan itu. Di akun Twitter Literary Base, sangat sering aku jumpai pembaca yang menanyakan tips agar buku tidak menguning, atau setidaknya proses menguning itu tidak terjadi secepat biasanya.

Sebenarnya, bercak kuning yang muncul pada buku adalah hal alamiah, walaupun titik kemunculannya bisa dibilang acak dan tidak merata yang menyebabkannya terlihat seperti noda yang tidak indah dipandang. Kemunculan bercak kuning ini dapat terjadi secara cepat, misalnya dalam kurun waktu setahun sejak buku dibeli, namun dapat juga terjadi lebih lama.

Dalam artikel ini, aku mencoba memaparkan proses apa yang sebenarnya terjadi saat buku menguning dan apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau memperlambat proses tersebut.

Mengenal Book Paper

Sebelum membahas tentang noda kuning pada buku, sebaiknya kita mengenali dulu medium munculnya bercak kuning tersebut, yaitu kertas. Ada banyak sekali jenis kertas, dan book paper adalah salah satunya. Secara umum, kertas dibuat dari pohon khusus yang diambil kayunya dan kemudian diolah di pabrik pengolahan pulp. Pulp dari pohon tersebut kemudian diproses menjadi berbagai jenis olahan dari mulai kertas cetak, karton tebal, hingga kardus pengemasan barang.

Book paper adalah salah satu produk olahan pulp tersebut. Book paper, sesuai namanya, diperuntukkan khusus untuk dicetak menjadi buku. Jenis kertas ini memiliki ciri-ciri tertentu yang menunjang tujuan tersebut, misalnya bobot yang lebih ringan dan warna putih kekuningan yang lebih nyaman ditatap dalam waktu yang lama. Tidak heran mayoritas penerbitan baik nasional maupun internasional menggunakan jenis kertas ini.

Buku tua yang terlihat menguning di satu sisinya

Kenapa Buku Menguning?

Secara umum, ada 3 alasan utama mengapa kertas menguning:

Proses oksidasi

Komponen utama dari kertas pada umumnya adalah Selulosa dan Lignin, termasuk pada book paper. Selulosa adalah zat penyusun utama tanaman hijau. Zat ini tak berwarna dan dapat memantulkan cahaya, sehingga otak kita melihatnya sebagai warna putih. Zat inilah yang memberi kesan warna putih pada kertas. Komponen utama berikutnya bernama Lignin yang merupakan zat perekat alami yang terdapat pada kayu. Zat ini lah yang membuat kayu keras dan kokoh. Kedua komponen kimiawi tersebut membentuk ikatan kimia yang menyusun sebuah kertas.

Baca juga: Pandemi: Media vs Buku?

Jika kertas terpapar oksigen (O2), ikatan kimiawi tersebut terganggu dan kemudian membelokkan sebagian cahaya. Fenomena ini kemudian ditangkap otak manusia dan dipersepsikan sebagai warna kekuningan. Maka, proses ini dinamakan dengan proses oksidasi. Hal yang sama terjadi pada buah apel yang dagingnya dibiarkan terpapar udara terbuka.

Proses oksidasi terjadi lebih cepat pada unsur lignin jika dibandingkan dengan selulosa. Maka zat pemutih (bleaching) dalam jumlah tertentu digunakan pada sebagian jenis kertas saat proses produksi untuk mengurangi kandungan lignin. Otomatis, semakin banyak penggunaan pemutih, maka kertas akan semakin putih dan semakin kecil pula kemungkinan untuk menguning. Ini alasan mengapa kertas HVS lebih jarang terlihat menguning dibandingkan kertas jenis book paper.

Keberadaan Jamur

Sebagai benda yang diproduksi dari zat organik, kertas juga rentan ditumbuhi jamur. Jamur pada kertas menyebabkan sebagian warna kekuningan. Salah satu pemicu tumbuhnya jamur pada kertas adalah udara yang terlalu lembab. Jamur yang tumbuh pada kertas mengonsumsi kertas itu sendiri dan kontaminan eksternal seperti debu, keringat ringan yang melekat pada halaman, noda makanan/minuman, dan serangga yang terperangkap.

Terkena cahaya langsung

Kontak langsung dengan cahaya juga mempercepat proses penguningan kertas. Cahaya matahari maupun cahaya artifisial seperti lampu kamar memancarkan panas yang secara perlahan “memanggang” kertas. Sama seperti adonan kue yang menguning saat proses pemanggangan, kertas pun begitu. Sayangnya, proses ini tidak bisa dicegah dan warna putih yang menguning akibat proses ini tidak bisa dipulihkan. Mari anggap saja proses ini sebagai proses penuaan pada buku.

Cara Agar Buku Tidak Cepat Menguning

Dari tiga proses tersebut, sementara ini dapat disimpulkan bahwa proses menguning ini tidak dapat dihindarkan sama sekali. Buku yang kita beli, mau atau tidak, akan mengalami proses tersebut dan tidak akan pernah bisa selalu terlihat seperti baru. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika ingin memperlambat proses tersebut.

Karena proses oksidasi disebabkan oleh kontak kertas dengan oksigen, maka hindari buku dari oksigen sebisa mungkin. Tips ini mungkin terdengar konyol, tapi itu lah kesimpulan yang bisa diambil. Salah satu cara populer yang merupakan implementasi dari “menjauhkan buku dari oksigen” adalah dengan membungkus buku dengan plastik.

Ini juga alasan mengapa kita menemukan buku di toko buku dalam kondisi terbungkus plastik segel. Beberapa jenis plastik yang bisa dijadikan opsi untuk membungkus buku adalah plastik zip lock dan plastik wrapping. Untuk usaha maksimal, kamu juga bisa menaruh buku-buku yang sudah dibungkus plastik dan dirasa tidak akan sering diambil dan dibuka kembali ke dalam container box yang terbuat dari plastik keras.

Namun pastikan tempat tersebut bersih dari debu, serangga, dan tentu saja kering secara sempurna. Jika tidak, niatmu untuk melindungi buku malah akan berakhir merusak buku itu sendiri. Menyimpan container box yang berisi buku-buku di ruangan minim sirkulasi udara seperti gudang juga tentu saja bukan pilihan yang bijak.

Jaga kelembaban ruangan pada tingkat yang pas. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamur pada buku. Selain itu, beri ruang pada rak buku. Jangan meletakkan buku terlalu ke belakang hingga bersentuhan dengan dinding, beri sedikit ruang untuk sirkulasi udara. Hindari juga menyusun buku terlalu rapat agar buku mendapat perputaran udara yang baik.

Bersihkan buku dari debu secara berkala. Bagian atas buku yang terpapar udara terbuka tentu akan menjadi bagian yang paling berdebu. Bersihkan dengan kain kering secara perlahan jika debu sudah terlihat mulai menumpuk.

Baca juga: Membaca Novel itu Hobi yang Produktif kok!

Jika kamu adalah tipe orang yang membaca buku sambil makan/minum, maka jangan sampai noda makanan/minuman tersebut mengenai buku. Jika terlanjur terkena, maka segera bersihkan dengan lembut agar tidak membekas di kertas. Karena seperti yang dipaparkan sebelumnya, noda makanan dan minuman pada kertas adalah salah satu sumber makanan jamur yang tumbuh di kertas.

Jangan biarkan buku terkena matahari langsung dalam waktu lama. Karena, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal tersebut dapat mempercepat proses “pemanggangan” kertas. Hal ini termasuk membaca buku di bawah lampu baca yang jaraknya dekat.

ilustrasi membaca buku sambil makan

Apa yang Harus Dilakukan jika Buku Menguning?

Beberapa orang melakukan tindakan yang sedikit ekstrim, yaitu mengamplas halus sisi buku yang menguning (bukan per halaman). Namun aku pribadi sangat tidak menganjurkan cara tersebut karena akan berefek buruk dalam jangka panjang jika terus dilakukan. Karena mengamplas buku adalah menggerus sebagian kecil komponen kertas. Tentu saja buku yang sisi-sisinya sudah diamplas akan kembali terlihat bersih, namun akan menguning kembali seiring berjalannya waktu. Apakah kita akan terus mengamplasnya hingga tergerus habis?

Sebagaimana yang seharusnya bisa kita simpulkan bersama, noda kekuningan pada buku adalah hal yang sangat alami, karena buku terbuat dari bahan organik. Maka, satu-satunya yang bisa kita lakukan jika buku kita menguning adalah merelakannya. Menerima terjadinya hal tersebut adalah salah satu cara memperoleh ketenangan jiwa, tentunya setelah melakukan usaha-usaha untuk memperlambat proses tersebut.

Jika kamu termasuk orang yang sangat risih dengan menguningnya buku yang kamu koleksi, mungkin opsi lainnya yang bisa kamu pertimbangkan adalah menabung untuk membeli e-reader seperti Kindle dan Onyx Boox yang tetap dapat memberi sensasi seperti membaca di kertas namun tahan terhadap proses oksidasi dan jamur.

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Book_paper

https://bookwritten.com/how-to-prevent-novel-book-pages-turning-yellowing-colour/1376/

https://www.livescience.com/63635-why-paper-turns-yellow.html

https://succulentsaddiction.com/how-do-you-remove-yellow-stains-from-books-4bd12a26/

https://bobo.grid.id/read/08677067/kenapa-kertas-menguning-setelah-lama-disimpan

http://www.vam.ac.uk/content/articles/c/caring-for-your-books-and-papers/

Ditulis oleh: 6

Your gondrong book reviewer <3

Leave a Reply

Your email address will not be published.