Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 – Novel Anti Patriarki namun Tidak Menggebu-gebu

Novel Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982 bercerita tentang kehidupan Kim Ji-yeong seorang perempuan dewasa yang mengalami gangguan kepribadian karena berbagai perlakuan diskriminasi yang ia peroleh sedari kecil hingga usia 30-an. Diskriminas-diskriminasi tersebut ia peroleh semata hanya karena ia adalah seorang perempuan. Sebelum memasuki isi resensi, saya biasa mengawali sebuah resensi buku dengan membahas desain sampulnya terlebih dahulu. Menurut saya, sampul sebuah buku tidak bisa dilepaskan … Continue reading Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 – Novel Anti Patriarki namun Tidak Menggebu-gebu

Mendefinisikan Sastra Secara Moderat*

Ada anggapan awam bahwa yang disebut sastra itu berbeda dari tulisan fiksi pada umumnya di mana “yang sastra” lebih tinggi kastanya dibandingkan fiksi lainnya. Ada juga anggapan bahwa sastra adalah sebuah genre fiksi. Sebagian lainnya mendefinisikan sastra terlalu longgar sehingga tulisan apapun, baik itu fiksi maupun non fiksi, bisa dianggap sebagai sastra. Lantas, bagaimana kita menyikapi spektrum definisi ini secara bijak agar bisa menempatkan sastra … Continue reading Mendefinisikan Sastra Secara Moderat*

Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan

Saban hari saya membaca sebuah cuitan seorang penulis yang cukup menggelitik laklakan saya dan membuat saya ingin segera melakukan yoga agar tidak emosi. Cuitan tersebut berbunyi seperti ini: Nulis manis nan puitis memang enak dibaca. Tapi kalau artinya nggak jelas buat apa? Coba cek dulu deh twit puitis yang kamu like atau retweet. Udah paham artinya belum? Atau memang nggak bisa dipahami karena kalimatnya ngawur.” … Continue reading Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan