Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Sebuah daerah sudah seharusnya memberikan ruang bagi manusia untuk menggunakan daya pikir mereka dengan semestinya, bukan melulu menyediakan ruang untuk perlombaan validasi melalui media sosial.” Selamat datang di abad modernisasi. Era di mana segala sesuatu dapat diakses hanya dengan ponsel dalam genggaman. Bermodalkan ratusan ribu rupiah, maka seseorang dapat menelusup ke dalam hiruk pikuk dunia serba ada, yang bernama internet. Satu dua orang mungkin dapat … Continue reading Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Bisakah Menjadi Ibu yang Lebih Bebas Seperti Ibu di Bringing Up Bébé?

Anak-anak adalah entitas yang terpisah dan mumpuni, yang memiliki selera, kesenangan dan pengalaman mereka sendiri mengenai dunia. Pamela Druckerman Suatu waktu saya pernah berpikir apakah saya akan menjadi seperti ibu-ibu lainnya yang bergadang lebih dari 3 bulan setelah melahirkan bayi, yang hanya sempat pakai kerudung bergo saat keluar rumah, yang selalu mengajak bicara bayi yang sibuk sendiri, yang berlari-lari mengejar batita saat pesta pernikahan, yang … Continue reading Bisakah Menjadi Ibu yang Lebih Bebas Seperti Ibu di Bringing Up Bébé?

Membaca Novel itu Hobi yang Produktif kok!

Jadi begini, ada yang berpendapat di Twitter bahwa hobi membaca novel banyak-banyak itu sia-sia, yang berbicara begini katanya waktu masih SMA menghabiskan banyak waktu membaca novel dan merasa tidak mendapat manfaatnya. Begini isi cuitannya “Percayalah suatu saat bakal menyesal baca2 novel. hehehehehhe gue pernah ada di posisi ini kerajinan baca novel waktu SMA. Dan sekarang menyesal menghabiskan waktu sia-sia. Sudah menjadi hal umum bahwa membaca … Continue reading Membaca Novel itu Hobi yang Produktif kok!

Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan

Saban hari saya membaca sebuah cuitan seorang penulis yang cukup menggelitik laklakan saya dan membuat saya ingin segera melakukan yoga agar tidak emosi. Cuitan tersebut berbunyi seperti ini: Nulis manis nan puitis memang enak dibaca. Tapi kalau artinya nggak jelas buat apa? Coba cek dulu deh twit puitis yang kamu like atau retweet. Udah paham artinya belum? Atau memang nggak bisa dipahami karena kalimatnya ngawur.” … Continue reading Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan

Pandemi: Media vs Buku?

Hai! Jumpa lagi dengan salah satu penikmat literasi walaupun hanya dalam tulisan. Salam rindu untuk kalian semua *ehe* Semoga kalian tetap ceria dan sehat selalu 🙂 Berbicara soal penjara yang mengurung kita nyaris 1 tahun penuh tentu bertanya-tanya tentang aktivitas seru apa yang membuat betah walaupun hanya di dalam rumah. Mungkin, ada yang menghabiskannya untuk memulai hobi baru yang jarang disentuh, mencoba untuk berkomunikasi dengan … Continue reading Pandemi: Media vs Buku?

Duolingo: Diskriminasi vs Respek Kredibel Berbahasa?

Pernahkah kamu menemukan cara belajar bahasa yang bagus? Pernahkah kamu menemukan alternatif melalui sebuah aplikasi dalam ponsel genggamanmu? Mungkin, Duolingo adalah jawaban semua umat. Saya menemukan ini karena saya sedang mempelajari bahasa Prancis dan mencoba untuk mempertahankan skill berbahasa Jepang yang saya miliki. Namun, aplikasi ini menjadi diskriminasi bagi rakyat jelata berbangsa Indonesia.   Duolingo menawarkan 36 bahasa asing yang siap diringkus dengan mengaksesnya secara … Continue reading Duolingo: Diskriminasi vs Respek Kredibel Berbahasa?