Bookish Indonesia
Media Literatur & Perbukuan

Deep Reading Sebagai Strategi Membaca yang Lebih Menyenangkan dan Berfaedah

Pernah nggak ngerasa kok banyak yang bilang buku ini seru tapi kita tidak bisa menikmati? Atau kok bisa orang-orang merasa ‘tercerahkan’ atau ‘terhanyut’ dengan membaca buku tapi kita bahkan tidak bisa merasa terhubung dengan tokohnya atau premisnya. Buku yang bisa kasih ketenangan, pelajaran hidup dan motivasi, terasa B aja buat kita. Tentu saja bisa karena banyak faktor, di antaranya selera dan latar belakang ketertarikan, atau bisa juga karena cara membaca kita yang salah, kok bisa?

Mungkin kita kesulitan menikmati membaca karena fikiran kita tidak di antara halaman-halaman buku yang kita baca, atau kita mau cepet-cepet aja supaya bisa kejar challenge goal di Goodreads atau memang kita pembaca cepat. Tidak ada yang salah dengan membaca cepat, tapi membaca lambat atau deep reading itu seru loh, deep reading bisa kasih pengalaman membaca yang mungkin tidak kita dapat ketika membaca ngebut.

Deep reading adalah strategi membaca ketika kita benar-benar memaksimalkan perhatian dan fikiran kita terhadap yang kita baca. Berbeda dengan membaca untuk pelarian, deep reading lebih seperti membaca untuk menemukan dunia baru. Dalam prosesnya, ketika membaca kita akan mengalami pemahaman yang lebih komprehensif, kita meningkatkan daya kritis, empati, skill analogi, berlogika dan keluwesan dalam merefleksikan diri. Dengan deep reading, kita memaksimalkan manfaat yang bisa kita serap dari suatu buku, baik itu dari sisi ilmu pengetahuan, sisi emosional dan sisi spiritual.

Deep reading tidak selalu berarti literally membaca lambat, tetapi mungkin lebih mirip ketika kita membaca waktu terasa lebih cepat, tanpa kita sadari, tau-tau kita sudah “tenggelam” ke dalam buku selama 1-2 jam misalnya, atau ketika kita sangat menikmati buku sampai nggak sadar kita baca buku itu 100-200 halaman dalam sekali duduk dan rasanya kaya pengalaman. Otak terasa segar karena kita disuntik banyak ide dan kreativitas, dan kerasa banget hidup kita telah berubah.

Suka penasaran nggak kok bisa ada pembaca yang ingat informasi di buku hingga ke yang detil banget, atau dia bisa mencetuskan teori-teori dan spekulasi dari bacaan, atau kok bisa dia menemukan makna yang lebih dalam dari suatu cerita, padahal pas kita baca buku yang sama kita tidak mengalami pengalaman seperti dia, yap, bisa jadi dia deep reading. Coba deh ingat-ingat buku yang kita sangat menikmati ketika membacanya, kita simpan beberapa kutipan dari situ, kita jadi sayang sama karakternya, kita tulis ulasannya, foto-foto bukunya, atau malah, kita baca ulang. Hal-hal seperti itu yang bikin kita cinta membaca kan?

Karena bukan kegiatan membacanya yang memberikan manfaat luar biasa, tetapi kemampuan kita untuk merefleksikan bacaan membuat kita bertumbuh lebih dewasa.

Selamat membaca!

Photo by Ketut Subiyanto on Pexels.com
Ditulis oleh: 2

Comments (0):

Leave a Reply

Your email address will not be published.