Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 – Novel Anti Patriarki namun Tidak Menggebu-gebu

Novel Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982 bercerita tentang kehidupan Kim Ji-yeong seorang perempuan dewasa yang mengalami gangguan kepribadian karena berbagai perlakuan diskriminasi yang ia peroleh sedari kecil hingga usia 30-an. Diskriminas-diskriminasi tersebut ia peroleh semata hanya karena ia adalah seorang perempuan. Sebelum memasuki isi resensi, saya biasa mengawali sebuah resensi buku dengan membahas desain sampulnya terlebih dahulu. Menurut saya, sampul sebuah buku tidak bisa dilepaskan … Continue reading Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 – Novel Anti Patriarki namun Tidak Menggebu-gebu

Memburu Muhammad, Sebuah Kumpulan Kisah Sufistik dengan Konteks Modern

Ketika tradisi beragama tidak bisa menyelesaikan dilema moral dan sosial, kamu mau bersandar ke mana? Kurang lebih, pesan besar ini yang kurasakan ingin disampaikan oleh penulis Memburu Muhammad, Feby Indirani, ketika membaca cerita demi cerita yang tersusun di buku ini. Tumbuh besar di lingkungan agamis membuatku familiar dengan kisah hikmah nan sufistik, dan ini yang membuatku merasa terpikat dengan tulisan buku ini. Bagaimana tidak? Sebagian … Continue reading Memburu Muhammad, Sebuah Kumpulan Kisah Sufistik dengan Konteks Modern

Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Sebuah daerah sudah seharusnya memberikan ruang bagi manusia untuk menggunakan daya pikir mereka dengan semestinya, bukan melulu menyediakan ruang untuk perlombaan validasi melalui media sosial.” Selamat datang di abad modernisasi. Era di mana segala sesuatu dapat diakses hanya dengan ponsel dalam genggaman. Bermodalkan ratusan ribu rupiah, maka seseorang dapat menelusup ke dalam hiruk pikuk dunia serba ada, yang bernama internet. Satu dua orang mungkin dapat … Continue reading Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Bisakah Menjadi Ibu yang Lebih Bebas Seperti Ibu di Bringing Up Bébé?

Anak-anak adalah entitas yang terpisah dan mumpuni, yang memiliki selera, kesenangan dan pengalaman mereka sendiri mengenai dunia. Pamela Druckerman Suatu waktu saya pernah berpikir apakah saya akan menjadi seperti ibu-ibu lainnya yang bergadang lebih dari 3 bulan setelah melahirkan bayi, yang hanya sempat pakai kerudung bergo saat keluar rumah, yang selalu mengajak bicara bayi yang sibuk sendiri, yang berlari-lari mengejar batita saat pesta pernikahan, yang … Continue reading Bisakah Menjadi Ibu yang Lebih Bebas Seperti Ibu di Bringing Up Bébé?

Membaca Novel itu Hobi yang Produktif kok!

Jadi begini, ada yang berpendapat di Twitter bahwa hobi membaca novel banyak-banyak itu sia-sia, yang berbicara begini katanya waktu masih SMA menghabiskan banyak waktu membaca novel dan merasa tidak mendapat manfaatnya. Begini isi cuitannya “Percayalah suatu saat bakal menyesal baca2 novel. hehehehehhe gue pernah ada di posisi ini kerajinan baca novel waktu SMA. Dan sekarang menyesal menghabiskan waktu sia-sia. Sudah menjadi hal umum bahwa membaca … Continue reading Membaca Novel itu Hobi yang Produktif kok!

Belajar Storytelling Bersama Rumi Siddharta

Ternyata kemampuan storytelling bukan hanya untuk pendongeng, tetapi juga untuk pendidik, penyampai kebijakan, orang tua, dan bahkan untuk menambah kemampuan personal. Ketika kita mempunyai kemampuan storytelling, kita akan bisa menjadi komunikator yang lebih seru dan apa yang kita ingin sampaikan, terlebih jika itu adalah hal yang abstrak atau rumit, jadi bisa tersampaikan kepada audiens sembari merasa terhibur. Hari Sabtu ini, 14 November 2020, Rumi Siddharta … Continue reading Belajar Storytelling Bersama Rumi Siddharta

Mendefinisikan Sastra Secara Moderat*

Ada anggapan awam bahwa yang disebut sastra itu berbeda dari tulisan fiksi pada umumnya di mana “yang sastra” lebih tinggi kastanya dibandingkan fiksi lainnya. Ada juga anggapan bahwa sastra adalah sebuah genre fiksi. Sebagian lainnya mendefinisikan sastra terlalu longgar sehingga tulisan apapun, baik itu fiksi maupun non fiksi, bisa dianggap sebagai sastra. Lantas, bagaimana kita menyikapi spektrum definisi ini secara bijak agar bisa menempatkan sastra … Continue reading Mendefinisikan Sastra Secara Moderat*

Ruang Kelas: Belajar Berpikir Logis

Selamat pagi teman-teman Bookish Indonesia! Kita ingin mengumumkan bahwa pada hari Minggu ini, tanggal 8 November 2020, Ruang Kelas kita akan diisi oleh Cania Citta Irlanie, dan bertema Belajar Berpikir Logis. Karena tema ini memang urgent ya nggak sih? Kita kebanjiran banyak sekali informasi tapi kurang dibekali bagaimana memprosesnya secara logis. Ternyata, berpikir logis itu tidak begitu saja bisa kita miliki, kemampuan berpikir logis bukan … Continue reading Ruang Kelas: Belajar Berpikir Logis

BISINDO & Mengenal Budaya Tuli

Mungkin baru beberapa tahun belakangan ini, penerjemah bahasa isyarat mulai di sediakan di acara-acara tertentu di TV nasional. Untuk memperluas kesadaran akan pentingnya Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), Bookish Indonesia bekerjasama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO) menyelenggarakan Ruang Kelas bertajuk BISINDO dan Mengenal Budaya Tuli. Acara akan dihadiri oleh ketua PUSBISINDO, Laura Lesmana Wijaya dan dihadiri juga oleh Dhita Indriyanti, guru pengajar BISINDO yang akan … Continue reading BISINDO & Mengenal Budaya Tuli

Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan

Saban hari saya membaca sebuah cuitan seorang penulis yang cukup menggelitik laklakan saya dan membuat saya ingin segera melakukan yoga agar tidak emosi. Cuitan tersebut berbunyi seperti ini: Nulis manis nan puitis memang enak dibaca. Tapi kalau artinya nggak jelas buat apa? Coba cek dulu deh twit puitis yang kamu like atau retweet. Udah paham artinya belum? Atau memang nggak bisa dipahami karena kalimatnya ngawur.” … Continue reading Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan