Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Sebuah daerah sudah seharusnya memberikan ruang bagi manusia untuk menggunakan daya pikir mereka dengan semestinya, bukan melulu menyediakan ruang untuk perlombaan validasi melalui media sosial.” Selamat datang di abad modernisasi. Era di mana segala sesuatu dapat diakses hanya dengan ponsel dalam genggaman. Bermodalkan ratusan ribu rupiah, maka seseorang dapat menelusup ke dalam hiruk pikuk dunia serba ada, yang bernama internet. Satu dua orang mungkin dapat … Continue reading Perpustakaan Menyimpan Segalanya, Kecuali Kefanaan

Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan

Saban hari saya membaca sebuah cuitan seorang penulis yang cukup menggelitik laklakan saya dan membuat saya ingin segera melakukan yoga agar tidak emosi. Cuitan tersebut berbunyi seperti ini: Nulis manis nan puitis memang enak dibaca. Tapi kalau artinya nggak jelas buat apa? Coba cek dulu deh twit puitis yang kamu like atau retweet. Udah paham artinya belum? Atau memang nggak bisa dipahami karena kalimatnya ngawur.” … Continue reading Sastra: Antara Pembacaan dan Keterbacaan